Rekreasi Ala Anak jalanan

hujan rintik yang mengguyur bandung di sore, hari tak sedikitpun mengusik semangat anak-anak jalanan yang biasa “mangkal” di kawasan perapatan jalan merdeka bandung untuk bergembira bersama teman temannya melepas lelah setelah separuh hari mencari kepingan uang receh. Jangan bayangkan playstation,boneka barbie, mobil remote control yang mereka mainkan, jangankan untuk punya, bermimpipun mungkin mereka tak sanggup. Namun senyum lebar dan gelak tawa penuh keceriaan yang ditunjukan mereka,sama sekali tak mencerminkan kehidupan para anak-anak tak beruntung ini yang sebenarnya sungguh menyedihkan.
Tugu didekat tempat mereka mencari nafkah, tak urung menjadi satu-satunya tempat rekreasi mereka setelah lelah seharian bekerja. Kolam dibawah tugu adalah tempat favorit mereka, bak berada di areana waterboom, mereka berenang,bermain,bersenda gurau bersama teman-temannya, aura kebahagiaan tampak terpancar jelas keluar dari wajah anak-anak tak berdosa tadi. Hujan rintik-rintik menambah keriangan waktu rekreasi meraka, bagaimanapun mereka adalah tetap anak-anak, bermain adalah dunia mereka, bekerja adalah dunia orang tua mereka, namun mengapa fenomena anak jalanan ini tidak berbanding terbalik dengan munculnya para calon anggota legislatif yang konon ingin menyuarakan kepentingan rakyat, bahkan di kota-kota besar fenomena anak jalanan adalah fenomena yang dianggap biasa,”bukan kota besar bila tak ada anak jalanan”, mungkin itu yang bisa terucap.

- berpose di depan tugu (photo by bilal muslim)

anak jalanan didepan planet dago bandung (photo by bilal muslim)

