Antara facebook, Dosen dan Mahasiswa

capturing...

capturing...

Facebook sebagai salah satu situs jejaring sosial ternyata membuat dampak yang sangat signifikan di berbagai bidang, tak terkecuali di bidang pendidikan, khususnya ranah perguruan tinggi, karena memang facebook lahir di salah satu universitas terkenal di Amerika, yaitu Harvard. Pengguna Facebook yang berasal dari berbagai kalangan membuat interaksi yang dulu seakan tak mungkin terjadi sekarang sangat mungkin terjadi, lewat fasilitas chattingnya kita bisa ngobrol dengan siapa saja yang kita inginkan, sejauh keduanya online dan telah ada di friend list, entah dengan artis pujaan,anggota parlemen,teman (standard),saudara,teroris mungkin,bintang fim,mantan pacar,rektor,kepala sekolah, dll.

Kejadian yang menimpa saya beberapa hari yang lalu mungkin bisa dijadikan contoh, bagaimana ternyata dengan facebook, hal yang kita pikir sebelumnya tidak mungkin terjadi malah terjadi di facebook. Berawal ketika penasaran ingin melihat beberapa nilai mata kuliah yang belum keluar di website ecampus, dan ternyata setelah saya lihat memang belum keluar juga tu nilai, ya saya jengkel dong (meskipun ga jengkel2 amat), secara spontan saya keluarkan unek-unek pikiran saya di status terbaru facebook yang kira-kira tulisannya begini ”Bilal ngomong:”eta nilai hese pisan kaluarna uy?..cik atuh dosenteh sing gesit dikit, jiga unpar mun telat teh langsung meunang A,.patut dijadikan contoh tah…” yang artinya.”tu nilai susah bgt si keluarnya,coba deh dosen sedikit gesit,kaya unpar kalo telat ngeluarin nilai langsung dapet A,bisa dijadikan contoh tu”. Awalnya saya tak pernah berpikir bakal ada yang merespons status terbaru facebook saya tadi, ternyata eh ternyata, ketika saya sedang berkomentar di wall salah satu teman saya..tiba-tiba…….
muncul chat box dari salah satu dosen saya Arief Rahmana,M.T. beliau bertanya “nilai apa yang belum keluar” , sontak dong saya kaget ga kepalang, ga tau mau jawab apa…ga nyangka aja ada dosen yang nge follow up,”mampus gw” dalam hati.
Tapi setelah sedikit berpanjang lebar chating,beliau bukannya marah atau memberi nasehat, malah menawarkan bantuan kepada saya untuk menanyakan ke dosen yang terkait, sungguh diluar dugaan. Dan ketika saya menanyakan apakah tulisan di status terbaru saya terlalu fulgar? Beliau jawab tidak juga….fiuhh lega rasanya. Menurut saya ,status terbaru yang saya tulis sangatlah wajar, coba lihat bagaimana nasib mahasiswa di kampus saya yang telat membayar uang kuliahnya, bisa-bisa namanya tak tercantum di daftar hadir UTS atau UAS, yang ujung2nya tidak bisa ikut ujian. Harusnya peraturan tadi ini diimbangi dengan kedisiplinan dari pihak penyelenggara pendidikan dong, ya..minimal nilai kuliah harus keluar tepat waktu lah, jadi seimbang kan.

~ oleh bilal muslim pada Februari 17, 2009.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.