Pagi Menjijikan, Sore Dan Malan Menjanjikan

gunung sampah simpang dago
gunung sampah simpang dago

Menjijikan, itulah mungkin yang pertama kali terbesit di pikiran anda ketika pagi hari melintas di sekitar simpang dago, tepatnya di depan pasar tradisional simpang dago Bandung. Bagaimana tidak, gunungan sampah yang berserakan tak bertuan itu, sudah menjadi pemandangan biasa bagi orang yang setiap harinya melintas di jalan Ir H. Djuanda dan sekitarnya, namun mungkin akan menjadi pemandangan yang mengganggu bagi sebagian orang yang baru menyaksikannya, termasuk saya yang terkejut melihat gunungan sampah setinggi itu. Gunungan Sampah tersebut berasal dari pasar tradisional Simpang Dago, yang merupakan salah satu pasar yang terletak di jantung pariwisata kota Bandung.Sampah-sampah yang menggunung itu,m salah satunya diakibatkan oleh kedatangan truk sampah yang mengangkut sampah di pasar tradisional Simpang Dago,selalu datang kesiangan,sebagai solusi instannya, terpaksa manajemen pasar berinisiatif menyimpan sementara sampah sampah tersebut di pinggir jalan, untuk memudahkan pengangkutan ke truk sampah dan mencegah sampah menggunung di dalam pasar,namun sejauh ini ide tersebut kurang efektif, malah menimbulkan masalah baru, yaitu bau yang tidak sedap dan lalat-lalat yang…
membawa penyakit. Tak jarang juga mengakibatkan kemacetan di pagi hari.

jajanan simpang dago
jajanan simpang dago

Ironisnya , simpang dago yang pagi hari dibanjiri oleh gunungan sampah , ternyata menjelang sore dan malam malah menjadi surga bagi penikmat jajanan malam. Mulai dari sop buah, ayam bakar, nasi goreng, sate, pecel lele, pisang goreng pontianak,es duren, batagor,empek-empek, mie goreng dan sea food, mereka semua berlomba-lomba menawarkan menu-menu andalannya untuk memikat pembeli yang kebanyakan mahasiswa itu. Bila pada pagi hari lalat lalat yang silih berganti datang ke simpang dago untuk mencari makan, malamnya giliran manusia yang keroncongan silih berganti mendatangi surga makanan yang menyediakan menu menu yang membuat air liur menetes tak terkendali. Kebanyakan dari pembeli sebenarnya tahu situasi simpang dago jika pagi hari datang, namun, mereka seakan tak peduli dengan penyakit-penyakit yang mengancam kesehatan mereka, terkalahkan dengan nikmatnya jajanan jajanan simpang dago yang memanjakan lidah dan aman bagi kantong mereka. Agaknya satu kalimat yang pas untuk mendeskripsikan simpang dago adalah, “pagi menjijikan,malam menjanjikan”

by Bilal muslim .

~ oleh bilal muslim pada Januari 23, 2009.

Satu Tanggapan to “Pagi Menjijikan, Sore Dan Malan Menjanjikan”

  1. so what we have to do with that?

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.