Kemarin, mahasiswa jurusan sastra jepang Universitas Widyatama mengadakan acara bertajuk “ Widyatama Japanesse Culture fest”,diselenggarakan di gedung serba guna Widyatama. Acara yang diselenggarakan tidak berbeda jauh dengan acara ferstival Kebudayaan Jepang lainnya, pentas musik jepang,manga,vocal group,lomba pidato, seminar,bazaar,cerdas cermat itulah sebagian acara yang diadakan di festival ini, namun ada satu acara yang sayangnya tidak diadakan acara costume and play aka cosplay, jadi kurang gereget,padahal acara cosplay menurut saya malahan acara yang terpenting.
Ironisnya acara ini sama sekali tidak menyedot perhatian mahasiswa widyatama, mereka seakan so’ sibuk dengan aktivitasnya masing-masing, kebanyakan pengunjung festival berasal dari pelajar putih abu-abu yang mungkin kebetulan mengikuti rangkaian lomba yang disenggerakan panitia, tapi bukan itu yang membuat saya tertarik untuk membuat tulisan mengenai festival ini, berawal ketika mengambil beberapa gambar, ada satu pemandangan yang menggelitik hati, yaitu adanya gerobak penjual seblak yang “terjebak” di keramaian bazaar festiva jepang ini. Jika umumnya festival jepang disuguhkan makanan-makanan yang berbau jepang juga, seperti teriyaki,sushi,ramen,dorayaki dan sebagainnya, hanya di widyatama “seblak” bisa nongkrong bareng dengan hal-hal yang

tukang sablak, nyasar?
berbau jepang disekelilingnya. Bagi yang masih asing dengan Seblak, Seblak adalah sejenis camilan entah berasal dari mana.. yang jelas dibuat dari kerupuk mentah yang direbus…lalu dicampur dengan sambal rawit extra pedas…hmmm…dijamin kalo botram makan seblak, akan terasa makin nikmat karena ditambah dengan cucuran keringat yang jatuh karena pedas yang menginfeksi lidah .satu Yang masih mengganjal, apa sebenarnya korelasi antara Seblak dengan Budaya jepang?ada yang tahu?
oh ya ini oleh2 dari kunjungan singkat saya…silakan klik link dibawah untuk melihat beberpa foto.
klik untuk lihat foto lainnya…
Ditulis dalam Bandung, Fotoku, journey, universitas widyatama
Tag: cosplay, japan fest, universitas widyatama, widyatama
Komentar Terakhir